Postingan

Menampilkan postingan dengan label Brahmanto Anindito

Review: Tiga Sandera Terakhir Karya Brahmanto Anindito

Gambar
Judul: Tiga Sandera Terakhir Penulis: Brahmanto Anindito Penyunting: Hermawan Aksan, Miranda Harlan Penata aksara: Aksin Makruf Desainer sampul: Oesman Penerbit: Noura Books Tahun terbit: Mei 2015 Tebal: 309 halaman ISBN: 978-602-0989-47-1 Tiba-tiba tersiar kabar bahwa telah terjadi penyanderaan brutal di Papua. Korbannya adalah dua warga Indonesia, dua turis asal Prancis, dan satu turis asal Australia. Semua pihak langsung menuding OPM (Organisasi Papua Merdeka) sebagai pelakunya. Namun, mereka tidak mau bertanggung jawab. OPM menegaskan bahwa tidak pernah lagi menggunakan cara kekerasan, dan juga mengutuk adanya kasus tersebut. Atas perintah TNI, Komandan Gultor Kopassus, Kolonel Inf. Larung Nusa, segera membawa pasukan terbaiknya dari Satuan 81/Penanggulangan Teror (Sat-81/Gultor) ke Jayapura. Nusa sendiri adalah seorang perwira yang dipandang sebelah mata. Banyak orang yang menganggap, bahwa pangkat yang ia sandang pada usia ke 38 itu adalah berkat statusnya seb...

Review: Satin Merah Karya Brahmanto Anindito

Gambar
Judul: Satin Merah Penulis: Brahmanto Anindito & Rie Yanti Penyunting: Widyawati Oktavia Proofreader: Christian Simamora & Gita Romadhona Disain sampul: Dwi Anisa Anindhika Penata letak: Dian Novitasari Penerbit: Gagasmedia Cetakan: Pertama, 2010 Tebal: 313 halaman ISBN: 978-979-780-443-5 Satu-satunya cara untuk membuat Nadya merasa dirinya berharga dan 'terlihat' adalah dengan selalu berprestasi. Tapi seiring waktu berlalu, dia mendapati sinarnya kian memudar. Nadya tak ingin terlupakan. dia merasa harus membuat gebrakan prestasi untuk membuat pujian dan tatapan kagum kembali tertuju padanya. Lomba bergengsi se-Bandung Raya inilah kartu As-nya. Awalnya, ambisi itu terasa tak berbahaya. dia melebur di dalam diri Nadya--membuatnya kuat, memberinya semangat. Nadya tidak menyadari perasaan itu menekan dirinya begitu rupa, membuatnya menjadi seseorang yang benar-benar berbeda. ******* "Setiap kebohongan selalu ada motivasinya....

Review: Rahasia Sunyi Karya Brahmanto Anindito

Gambar
Judul: Rahasia Sunyi Penulis: Brahmanto Anindito Editor: eNHa Proofreader: Ibnu Rizal & Christian Simamora Penata letak: Wahyu Suwarni Desainer cover: Jeffri Fernando Penerbit: GagasMedia Cetakan: Pertama, 2012 Tebal: 361 halaman ISBN: 979-780-611-1 "Yesterday is history. Tomorrow is mistery. And today... is a gift.  That's why we call it 'the present'." (hal.100) Lautan Angkasawan, pria berusia 20 tahun, berprofesi sebagai pegawai outsourching . Ia secara tidak sengaja bertemu dengan seorang pria paru baya berkebangsaan Australia yang bernama Lachlan Fowler, ayah dari mantan kekasihnya yang telah meninggal, Kirey Fowler. Saat itu, Lachlan mengungkapkan ketidakpuasannya terhadap hasil penyidikan polisi atas kecelakaan di pegunungan Kerinci yang telah menewaskan putrinya. Lachlan pun meminta Lautan untuk pergi ke Kerinci. Lautan melaksanakan penyelidikan dengan berbekal scrapbook dan MP3 yang berisi perjalanan Kirey s...