Postingan

Menampilkan postingan dengan label Kezia Evi

Resensi: Belajar Menghadapi Masalah dan Menerima Kenyataan

Gambar
Dimuat di Radar Sampit edisi Minggu 29 April 2018 Judul: Peony's World Penulis: Kezia Evi Wiadji Penyunting: Jia Effendi Penyelaras aksara: Aprilia Wirahma Penata letak: Astrid Arastazia Ilustrasi: Siera Aine Desain sampul: Amanda M.T. Castilani Penerbit: Bhuana Ilmu Populer Cetakan: Pertama, September 2017 Tebal: 236 halaman ISBN: 978-602-394-906-9 Bagi sebagian orang, terlahir dengan kemampuan khusus yang jarang dimiliki orang lain mungkin merupakan suatu kebanggaan. Namun, tak jarang juga mereka merasa terganggu bahkan terancam oleh dampak negatif yang diterimanya. Begitu pula halnya dengan tokoh utama dalam novel ini. Bercerita tentang Peony, biasa dipanggil Ony, adalah seorang gadis yang sejak lahir memiliki bakat istimewa. Ia bisa menapaki dua dunia, dunia nyata dan dunia ciptaannya. Awalnya, bakat tersebut sempat menyulitkan Ony. Namun, lambat laun Ony mampu mengendalikan kemampuannya dan menjadikannya sebagai sarana hiburan. Hidu...

Review: You Are Invited Karya Kezia Evi Wiadji

Gambar
Judul: You Are Invited Penulis: Kezia Evi Wiadji Editor: Anin Pratajuangga Desain kover & ilustrasi: Ni Made Adenari Penata isi: Lisa Fajar Riana Penerbit: Grasindo Terbit: 2014 Tebal: 220 halaman ISBN: 978-602-251-493-0 Stacy dan John berencana untuk membagikan kartu undangan pada satu bulan sebelum hari H. Mama dan papa Stacy meminta 100 undangan, kemudian mami dan papi John meminta 150 undangan. Sementara itu, Stacy dan John masih kebingungan menentukan siapa saja yang akan mereka undang. Stacy dan John juga berniat mengajak saudara dan teman-teman mereka untuk berlibur sebelum mereka berangkat bulan madu ke Korea. Di tengah diskusi mereka, tiba-tiba Stacy mengutarakan keinginannya untuk mengundang mantan kekasihnya dan juga mantan kekasih John. Cerita pun berputar ke belakang, ke pertemuan pertama Stacy dan John. "Terserah kalau kamu mau mengundang mantanmu. Tapi aku nggak mau mengundang mantanku. Aku nggak mau mengorek luka lama." (hal. 7) ...